Sunday, July 1, 2012

Adu Penalti? Siapa Takut!


KIEV, KOMPAS.com - Hasil partai final Piala Eropa 2012 antara Spanyol melawan Italia, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB, bisa saja imbang di waktu normal plus babak perpanjangan waktu. Spanyol yang kemungkinan akan menguasai pertandingan, bakal menghadapi rapatnya barisan belakang Italia. Maka, adu penalti untuk menentukan sang pemenang juga bisa terjadi.

Tidak ada yang membosankan dari drama tos-tosan ini kedua tim ini. Sebab, mereka tim yang memiliki kiper serta penendang papan atas, pun bermental kuat.

Menurut data yang dilansir Transfermarkt, kiper "Gli Azzurri", Gianluigi Buffon, memiliki persentase 25,58 persen menahan tendangan penalti di waktu normal. Sejak mengawali karier, Buffon telah dihadapkan pada 43 hukuman penalti yang 11 di antaranya sukses ia redam.

Sedangkan mental Iker Casillas lebih banyak diuji ketimbang Buffon. Sebanyak 65 hukuman penalti harus dihadapi oleh Casillas di level klub maupun tim nasional. Hasilnya, 15 tembakan atau 23,08 persen tidak berujung gol.

Sejarah juga kadang membantu pemain menebalkan mental bertandingnya. Ini yang dimiliki Spanyol dan Italia jika pertandingan berujung ke babak adu penalti. Spanyol dan Italia memiliki rekor identik pada adu penalti di Piala Eropa. Dari tiga kali laga adu penalti, Spanyol dan Italia sama-sama memenangi dua pertandingan. Uniknya, satu-satunya kekalahan Italia di Piala Eropa lewat drama adu penalti terjadi empat tahun silam di Piala Eropa 2008. Lawan Italia saat itu adalah Spanyol!


Via: Adu Penalti? Siapa Takut!

Lorenzo: Hukuman untuk Bautista Tidak Cukup


Assen - Alvaro Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman sebagai hukuman atas insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Namun, Lorenzo menilai hukuman itu tidak cukup.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Bautista di tikungan pertama dan keduanya langsung out.

Atas insiden tersebut, Bautista dinyatakan bersalah dan sudah dijatuhi hukuman. Pebalap Honda Gresini itu akan start datri urutan paling belakand di MotoGP Jerman.

Namun hukuman itu dinilai tidak cukup oleh Lorenzo. Menurut pebalap Yamaha itu, Bautista dihukum tidak boleh ikut balapan sebanyak satu kali.

"Apa yang dia lakukan adalah bencana, tapi keputusan yang diambil lebih menyedihkan," sahut Loranzo ini sepeti dilansir Autosport.

"Setiap saat mereka tidak menghukum pebalap agar mereka bisa mengambil pelajaran di masa depan. Memulai balapan dari posisi paling belakang di balapan berikutnya tidak cukup untuk dijadikan pelajaran."

"Kami harap kami akan beruntung di masa depan dan tidak ada yang terjadi. Tapi jika kita tidak menghukum pebalap, mereka akan melakukan hal gila seperti yang dilakukan Alvaro," tutup pebalap Spanyol itu.


Via: Lorenzo: Hukuman untuk Bautista Tidak Cukup

Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram


Muaraenim - Ada yang menarik dari gelaran Kejurnas Arum Jeram di Muaraenim, Sumatera Selatan. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMP termasuk salah satu dewan juri.

Vioni Rima Khairunnisa, atau yang biasa dipanggil Rima, adalah anggota tim juri termuda kejurnas tersebut -- tim juri terjadi dari guru, mahasiswa, dan pelajar yang aktif di organisasi pecinta alam.

Putri dari pasangan Malady dan Suryati Marusin, ini dilahirkan di Pagaralam, Sumatera Selatan, pada 1 Agustus 1999. Saat ini dia tercatat sebagai pelajar kelas dua SMP Sekolah Alam Palembang. Di sekolahnya itu, selain pelajaran umum dan agama, para siswa juga belajar beradaptasi dan memaknai alam, misalnya pratek pertanian, perikanan, serta melakukan penghijauan di lingkungan masyarakat.

Dengan paras cantik dan tubuh mungil, tak heran jika Rima kerap menarik perhatian terutama para peserta kejurnas. Ia terpilih menjadi salah satu tim juri karena aktif di organisasi pecinta alam Gelam Nusantara
Via: Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram

Torres Samai Villa, Cassano-Buffon Kejar Maldini-Del Piero


KIEV, KOMPAS.com - Italia memiliki legenda sepak bola bernama Paolo Maldini dan Alessandro Del Piero. Kiprah kedua pemain itu di Piala Eropa juga penting. Maldini dan Del Piero menjadi pemain Italia yang paling banyak berlaga di putaran final Piala Eropa dengan 13 penampilan.

Akan tetapi, pencapaian terbaik Maldini dan Del Piero kemungkinan besar akan disamai Gianluigi Buffon dan Antonio Cassano. Jika dipasang pada partai final melawan Spanyol, maka Buffon dan Cassano menyamai rekor penampilan dua seniornya di Piala Eropa. Sedangkan pemain selanjutnya yang paling dekat dengan keempat pemain tersebut adalah Andrea Pirlo dengan 10 penampilan.

Untuk urusan gol selama putaran final Piala Eropa, duet Italia saat ini, Cassano dan Mario Balotelli, sudah menduduki posisi teratas dengan tiga gol. Di bawah mereka, ada beberapa pemain hebat lain seperti Pierluigi Casiraghi, Filippo Inzaghi, Andrea Pirlo, dan Francesco Totti dengan torehan dua gol.

Di kubu Spanyol, Fernando Torres berpeluang besar menjadi pemain Spanyol dengan koleksi gol terbanyak di putaran final Piala Eropa. Saat ini, jumlah gol Torres sama dengan yang dimiliki David Villa, yakni empat gol. Berhubung Villa urung tampil tahun ini, maka satu gol saja dari Torres sudah bisa menjadikannya striker tersubur Spanyol di arena Piala Eropa. (UEFA)


Via: Torres Samai Villa, Cassano-Buffon Kejar Maldini-Del Piero

Kapinis Bandung Masih Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim


Muaraenim - Di hari kedua, Minggu (01/07/2012), dua tim Kapinis asal Bandung masih memimpin Kejurnas Arung Jeram di di Sungai Enim, Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Pada nomor slalom, tim Kapinis 1 meraih waktu terbaik dalam dua kesempatan, yakni 2:42:54, Kapinis 2 dengan catatan waktu 2:46:41, dan posisi ketiga diduduki tim BRC Boogie Banten dengan catatan waktu 2:50:62.

Pada lomba yang mengandalkan tenaga, kecepatan dan ketepatan itu tidak semua tim yang mengikuti lomba melalui gate 10, yang merupakan gate tersulit karena melaluinya dengan melawan arus serta berada dalam himpitan dua batu besar.

"Meskipun poinnya 50, kita tidak mampu melintasinya sebab riskan terkena penalti, dan kesulitan buat melintasi gate 11 dan 12," kata seorang peserta.

Pada dua nomor sebelumnya, sprint dan head to head, tim Kapiris Bandung juga mengungguli tim-tim lainnya. Kini mereka tinggal mengikuti nomor down river yang akan berlangsung Senin (02/07/2012) besok.




Via: Kapinis Bandung Masih Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim

Adu Kuat di Lapangan Tengah


KIEV, KOMPAS.com - Pertarungan antargelandang bakal mewarnai laga final antara Spanyol dan Italia pada Senin (2/7/2012) dini hari WIB di Kiev. Kedua tim akan berebut kendali ritme permainan dari lini tengah. Siapa yang menang di tengah bakal mendikte permainan lawan.

Spanyol dengan pola permainan tiki-taka-nya bakal berusaha keras untuk mendominasi penguasaan bola. La Furia Roja, julukan tim Spanyol, akan berusaha mengurung pertahanan Italia di sejak dari tengah lapangan.

Sejak penyisihan grup, Spanyol sering memainkan lima atau enam gelandang sekaligus dan jarang memasang penyerang murni meskipun formasi utamanya tetap 4-3-3. Taktik ini membuat Spanyol mampu menguasai permainan dari tengah sampai depan walau eksekusi akhirnya sering kurang tajam.

Xavi akan menjadi motor di lini tengah Spanyol. Bersama dengan Sergio Busquets, Xavi sering mendistribusikan bola untuk mengatur irama permainan. Ketiadaan penyerang murni, yang sering diganti dengan Andres Iniesta, David Silva, dan Cesc Fabregas, membuat lawan kesulitan menentukan siapa yang akan dijaga.

Saat menghadapi Perancis di perempat final, strategi ini berhasil membuat Les Bleus keteteran. Dua gol bagi Spanyol berhasil disarangkan Xabi Alonso yang bermain sebagai gelandang bertahan.

Namun, saat menghadapi Portugal yang memiliki pertahanan dua lapis yang disiplin, strategi penguasaan lapangan tengah Spanyol menjadi kurang berguna karena tidak ada eksekutor yang mampu mengubah umpan menjadi gol penentu kemenangan.

Permainan Spanyol sering dikritik sebagai permainan yang monoton dan membosankan karena hanya diwarnai umpan sesama pemain tanpa ada arah serangan yang jelas. Namun, Andres Iniesta, membela gaya permainan timnya sebagai cara mereka untuk memenangi pertandingan.

Pola permainan ini sudah membawa kami sukses di dua turnamen utama dunia, kata Iniesta.

Pemain Barcelona itu mengatakan, pola tiki-taka yang mengandalkan penguasaan bola di lapangan tengah juga akan dimainkan saat menghadapi Italia.

Di kubu Italia, Andrea Pirlo yang menjadi pengatur serangan tim Azzurri juga bertekad memenangi duel di lapangan tengah. Barisan gelandang yang diatur dengan pola belah ketupat bersama dengan Daniele de Rossi di kiri, Claudio Marchisio di kanan, dan Riccardo Montolivo, dalam formasi 4-4-2 membuat para gelandang Italia tangguh saat bertahan dan cepat kala menyerang.

Di laga perdana Grup C, Italia menggunakan formasi 3-5-2 untuk memenangi pertempuran di lapangan tengah. Strategi itu berhasil membuat Spanyol kelabakan dan ketinggalan terlebih dulu.

Di final, Pelatih Cesare Prandelli diprediksi akan menggunakan formasi 4-4-2, seperti saat melawan Jerman, karena membuat mereka lebih agresif dan lebih mudah menembus pertahanan lawan. Jika Spanyol mengurung lapangan tengah, Italia akan mengandalkan serangan balik yang cepat, seperti saat Montolivo melepaskan umpan jauh ke Mario Balotelli yang mengubahnya menjadi gol kedua di gawang Jerman. (Caesar Alexey)


Via: Adu Kuat di Lapangan Tengah

Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo


Assen - Alvaro Bautista dinilai bersalah, menyusul insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Akibatnya, Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Pemenang balapan tersebut, Casey Stoner, sampai-sampai menyayangkan insiden tersebut. Ia mengaku tidak terlalu senang meraih kemenangan, tanpa rival beratnya memberikan perlawanan.

MotoGP kemudian memutuskan Bautista bersalah. Mereka menyebut, Bautista membalap dengan sikap yang tidak bertanggungjawab, membahayakan Jorge Lorenzo, dan akhirnya dihukum start dari urutan paling belakang di Sachsenring.

Gresini mengajukan banding atas hukuman tersebut. Tapi, para steward dari FIM menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah final.


Via: Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo